Indo Spices Supplier
Pesan akan dijawab dalam beberapa jam
Bagaimana saya bisa membantu Anda?
Mulai Percakapan

Sejarah dan Manfaat Kapulaga

Terakhir diperbarui: 11 Jan 2024  | 

Kapulaga adalah jenis rempah-rempah yang dihasilkan dari biji beberapa tanaman dari genus Elettaria dan Amomum dalam famili Zingiberaceae (famili jahe). Kedua genera ini berasal dari Bangladesh, Bhutan, India, Indonesia, Nepal, dan Pakistan; Biji kapulaga dapat diidentifikasi dengan polong bijinya yang kecil, berbentuk segitiga pada penampang, dan berbentuk gelendong, dengan kulit luar yang tipis, dan biji hitam kecil

Ada dua varietas utama kapulaga: kapulaga hijau / kapulaga Jawa (Elettaria cardamomum) dan kapulaga hitam / Kapulaga Sebrang (Amomum subulatum). Kapulaga hijau adalah varietas yang paling umum dan populer, dikenal karena polong hijaunya yang semarak dan rasa bunga yang manis. Kapulaga hitam, di sisi lain, memiliki polong yang lebih besar dan lebih gelap dengan rasa berasap dan bersahaja. Kedua varietas memiliki karakteristik yang berbeda dan digunakan dalam masakan dan persiapan yang berbeda.

Manfaat Kesehatan Kapulaga:
Dikutip dari alodokter.com, kapulaga memiliki beberapa manfaat, di antaranya:

1. Mengontrol tekanan darah
Kapulaga telah lama dikenal sebagai obat herbal untuk penderita hipertensi. Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa kapulaga kaya akan senyawa antioksidan yang memiliki khasiat menurunkan dan mengendalikan tekanan darah.

Selain itu, penelitian juga menduga bahwa kapulaga memiliki efek diuretik, yaitu dapat menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi.

2. Mencegah penyakit kronis
Selain menjaga tekanan darah normal, kandungan antioksidan dalam kapulaga juga bermanfaat untuk melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas.

Tak hanya itu, kapulaga juga memiliki senyawa antiinflamasi yang dapat melawan peradangan. Kedua bahan ini dapat mengurangi risiko penyakit kronis jika dikonsumsi secara teratur.

3. Mengatasi masalah pencernaan
Sebuah penelitian menyatakan bahwa ekstrak kapulaga yang dicampur dengan bahan herbal lainnya diduga mampu mengatasi masalah pencernaan, mulai dari dispepsia, mual dan muntah, hingga sakit maag.

Namun, penelitian untuk mengetahui efektivitas manfaat kapulaga masih terbatas pada uji coba pada hewan, sehingga masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui efektivitasnya pada manusia.

4. Obati infeksi bakteri
Manfaat kapulaga selanjutnya adalah mengobati infeksi bakteri. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa minyak atsiri dan ekstrak kapulaga mengandung senyawa yang dapat melawan beberapa jenis bakteri, seperti E., Staphylococcus, Salmonella, dan Campylobacter.

Namun, penelitian ini masih terbatas pada uji laboratorium. Oleh karena itu, penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk mengetahui efektivitasnya sebagai antibakteri pada manusia.

5. Mencegah bau mulut dan gigi berlubang
Kapulaga juga dikenal karena manfaatnya dalam mencegah bau mulut. Tak hanya itu, mengunyah rempah-rempah ini juga diketahui dapat membuat napas Anda lebih segar.

Selain itu, berkat kandungan senyawa antibakteri di dalamnya, kapulaga juga diduga efektif mencegah gigi berlubang. Namun, efektivitas manfaat kapulaga masih memerlukan penelitian lebih lanjut.

6. Melawan sel kanker
Senyawa dalam kapulaga diduga dapat mengaktifkan enzim dan sel imun yang berguna untuk melawan sel kanker. Namun, sejauh ini, potensi ini masih berdasarkan eksperimen yang dilakukan pada hewan saja. Oleh karena itu, masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui efektivitas kapulaga dalam menghambat pertumbuhan sel kanker dalam tubuh.

Penggunaan dalam menu masakan:

Kapulaga adalah bumbu serbaguna yang menambah kedalaman dan kompleksitas pada berbagai hidangan. Ini adalah makanan pokok dalam masakan India, Timur Tengah, dan Skandinavia. Dalam masakan India, ini adalah komponen kunci dari campuran rempah-rempah seperti garam masala dan biryani. Catatan manis dan aromatik kapulaga menjadikannya tambahan yang menyenangkan untuk makanan penutup, kue kering, dan minuman. Ini menanamkan kehangatan ke dalam teh chai, meningkatkan rasa makanan yang dipanggang, dan melengkapi hidangan gurih seperti kari, nasi pilaf, dan semur.

Kapulaga dikenal karena khasiat obatnya dan telah digunakan secara tradisional untuk membantu pencernaan, menenangkan penyakit perut, dan menyegarkan napas. Ini mengandung senyawa yang memiliki sifat antioksidan dan anti-inflamasi, menjadikannya tambahan yang berpotensi berharga untuk diet sehat. Teh kapulaga atau infus sering dikonsumsi untuk mengurangi ketidaknyamanan pencernaan dan meningkatkan kesejahteraan secara keseluruhan.

Kapulaga memiliki makna budaya di berbagai daerah di seluruh dunia. Di India, ini terkait dengan acara-acara meriah dan digunakan dalam upacara keagamaan, tradisi kuliner, dan pengobatan Ayurvedic. Di Timur Tengah, kopi yang mengandung kapulaga adalah simbol keramahan. Negara-negara Skandinavia memasukkan kapulaga dalam resep liburan seperti kue jahe dan anggur yang direnungkan. Aroma dan rasa kapulaga yang berbeda telah terjalin dengan praktik budaya, membangkitkan rasa tradisi dan perayaan.

Di luar penggunaan tradisionalnya, kapulaga telah menemukan jalannya ke dalam kreasi kuliner kontemporer. Ini menambahkan sentuhan unik pada koktail, es krim, dan bahkan hidangan gurih seperti bumbu dan saus salad. Sifat serbaguna kapulaga memungkinkannya untuk digunakan dengan cara tradisional dan inovatif, menarik bagi koki dan koki petualang di seluruh dunia.


Nutrisi dalam 100g Kapulaga:

1. Kalori 311
2. Lemak 6.7g
3. Karbohidrat 68.47g
4. Protein 10.76g


Metode budidaya:

Pemilihan lokasi penanaman. Kapulaga umumnya dibudidayakan dengan cara monokultur dan agroforestri atau lebih tepatnya tanaman yang membutuhkan naungan dan paling baik ditanam bersama dengan tanaman lain seperti mahoni dan sengon.

Pemilihan benih berkualitas. Seleksi ini dapat dilakukan secara genetik dengan penyemaian atau vegetatif atau dengan menggunakan tunas baru.

Pemeliharaan. Memelihara kapulaga hampir sama dengan memelihara tanaman pada umumnya. Seperti memberikan pupuk, membersihkan rumput dan gulma, serta memusnahkan hama (HPT).

Panen. Tanaman kapulaga memiliki 2 masa panen. Yang pertama, secara umum, kapulaga mulai berbunga pada usia 7-8 bulan. dan dapat dipanen setelah usia 12-13 bulan. periode kedua adalah panen utama, yang biasanya terjadi pada bulan Juli - Oktober dan Januari - April pada tahun kedua.

Pasca panen. Hal yang harus dilakukan setelah panen adalah penembakan, yaitu memisahkan kapulaga dari induknya. Pembersihan adalah membersihkan kapulaga dari semua kotoran yang menempel. Pengeringan biasanya dilakukan dengan menggunakan sinar matahari langsung dengan waktu pengeringan 4-5 hari. dan penyimpanan dikemas menggunakan karung plastik.


Kapulaga, dengan aromanya yang menawan dan profil rasa yang khas, telah memikat selera dan memengaruhi tradisi kuliner selama berabad-abad. Dari akar kuno hingga aplikasi modernnya, rempah-rempah serbaguna ini terus menyenangkan dan menginspirasi. Baik meningkatkan resep tradisional atau menambahkan sentuhan inovasi pada kreasi kontemporer, kapulaga tetap menjadi bahan berharga di dapur di seluruh dunia. Nikmati daya pikat kapulaga dan mulailah perjalanan penuh rasa yang diperkaya oleh sejarahnya yang menarik dan beragam kemungkinan kuliner.

Sebagai supplier rempah Indonesia, Tawabil memiliki rempah dengan kadar air yang baik, waktu simpan rempah yang lama, dan juga aroma rempah yang kuat. Kami akan mengirim rempah terbaik ke negara Anda dengan pelayanan terbaik yang kami miliki. Oleh karena itu, silakan ambil penawaran dari kami dan berikan negara Anda aroma rempah-rempah terbaik dari Indonesia.

Website ini menggunakan kukis untuk pengalaman terbaik Anda, informasi lebih lanjut silakan kunjungi Kebijakan Privasi  dan  Kebijakan Kukis